Sabtu, 10 Januari 2009
serangan demi serangan terus dilancarkan Israel ke jarus Gaza, Israel sudah tak perduli lagi siapa yang akan gugur. berapa jumlah orang yang akan menjadi tumbal, ambisi menguasai Gaza lebih besar daripada ambisinya untuk memanusiakan manusia. Anehnya, serangan demi serangan yang dilancarkannya tak pernah bisa mengetuk hati kemanusiannya untuk sekedar berbagi senyum dengan warga palestina.
Meski di berbagai belahan dunia, banyak aksi menentang serangan tersebut, Israel tak pernah menghiraukan, seolah kecaman tersebut hanya desir angin saja yang tak memberi arti apa-apa.
Seharusnya bulan Muharram yang menjadi tahun baru Hijriyah dapat memberikan kesenangan bagi kaum muslimin Palestina yang ada di Gaza namun kenyataan sangat berbanding terbalik dengan harapan.
Sebagai kaum muslimin seharusnya kita berpikir, kenapa penyerangan Israel ke Gaza semakin gencar dilalukan di bulan muharram, ada apa dengan muharram, mungkin karena bulan muharram adalah bulan yang sangat berarti bagi umat Islam maka untuk membuat sejarah yang sangat monomental yang akan selalu dikenang sepanjang jaman maka dijadikanlah bulan muharram berdarah di jalur Gaza.
Semestinya ini menjadi pekerjaan rumah kita sebagai umat Islam, bahwa peristiwa ini memaksa kita untuk membuka mati, menyatukan tekad, menyatukan barisan untuk senantiasa melawan kemungkaran dengan bersama-sama.
Dan saya rasa, bulan muharram berdarah di jalur gaza sangat mudah kita selesaikan apabila semua umat Islam dibelahan dunia bersatu dan menyatakan musuh terhadap semua kemungkaran dan penistaan zionis Israel yang sudah tidak memanusiakan manusia.

0 komentar:
Posting Komentar