Selasa, 06 Januari 2009
Hari rabu tanggal 07 januari 2009 bertepatan dengan 10 Muharram 1430 H adalah hari yang sangat istimewa buatku, karena hari ini adalah hari ultahku. Di samping itu, adalah hari yang sangat istimewa bagi seluruh santri salaf khususnya yang suka menjadikan 1-10 muharram sebagai hal yang sangat istimewa untuk membuat jimat.
10 muharram yang lebih akrab disebut asyura adalah hari yang disunatkan untuk
berpuasa sunah, ada berbagai macam cara untuk merayakan hari ulang tahun. Ada yang berpuasa, ada yang berpesta pora, ada yang mengkhatamkan al-Qur'an dan ada pula yang menerbitkan buku.
Di hari yang istimewa ini, aku hanya bisa mengikuti risalah rasul, merayakan hari ulang tahunnya dengan puasa. Di samping itu, saya berniat untuk menerbitkan sebuah antologi puisi di hari ultahku. Semoga Antologi Puisi ini bermanfaat. Judul Buku Antologi Pusinya untuk sementara waktu adalah Wajah Pesantren yang di dalamnya membahas tentang KIAI, KITAB KUNING, SANTRI, GURU, SHALAT dan beberapa puisi yang merupakan sikap pesantren untuk memberikan sumbangsih pemikiran untuk umat. berikut ini adalah puisi-puisinya.
KIAI
kau cermin
tempat berkaca seluruh jaman
dalam mengenal keagungan
Tuhan
Al-Amien, 2008
KITAB KUNING
teruntuk santri salaf
kitab kuningmu adalah sarungmu
selalu kau kenakan
tanpa kenal ruangan
Al-Amien, 2008
GURU
teruntuk Alm. KH. Moh. Tidjani Djauhari
kau kemarau
yang menggugurkan daun-daun dosaku
di halaman kehidupanku
Al-Amien, 2008
SANTRI
duniamu penuh warna
namun di pesantren
semua sama
semua satu
mencari restu
Al-Amien, 2008
TAHUN BARU
lembaran nasib telah berganti
sejarah baru menanti
mari kita tegak berdiri
dunia ini harus kita warnai
dengan tinta Ilahi
Al-Amien, 1 Muharram 1430 H
SHALAT
matahari dan rumput
satu dalam shalat
timur
utara
selatan
dan barat
satu dalam kiblat
Al-Amien, 2008
AKU MENGENALMU
teruntuk KH. Maktum Jauhari
aku mengenalmu
lewat kesederhanaan
yang belum mampu kuterjemahkan
dalam kamar hatiku
Al-amien, 2008
MENJEMPUT BIDADARI
teruntuk KH. Ahmad Fauzi Tidjani
bidadari yang kau jemput dengan restu Ilahi
adalah surgamu yang diwariskan nabi
lantaran setiamu pada risalah gusti
Al-Amien, 2008
BUNGA
hari mulai petang
cepat pulang
biar kau tak hilang
dimakan kumbang-kumbang
Al-Amien, 2008
SEBELUM PILGUB
semua mencari suara
lewat masjid-masjid
lewat kantor-kantor
lewat doa-doa
semua mencari suara
sepanjang jalan
sepanjang gedung
sepanjang gubuk
Madura, 2008
SETELAH PILGUB
semua sibuk semua mabuk
semua hilang bentuk
kecuali yang rukuk
Madura, 2008
PEMILU
kau tak usah bermain dadu
kami ‘ kan memilihmu
lantaran merah putih harus berkibar sepanjang waktu
Madura, 2009
KKN
KKN itu lautan mutiara
semakin kita salami semakin lupa jalan kembali
semakin hilang jatidiri
Madura, 2008
ANTARA KAMUS DAN BUKU ILMIAH
antara kamus dan buku ilmiah
kau berkisah
kita adalah sejarah
selalu dibaca
dari jaman ke jaman
selalu dibahas
dari kantor ke kantor
Al-Amien, 2008
JANGAN
jangan menjadi angin
tanpa desir
jangan menjadi kapal
tanpa nahkoda
jangan menjadi pagi
tanpa matahari
jangan menjadi malam
tanpa rembulan
Al-Amien, 2008
KEBUN USIAKU
kebun usiaku
berganti pohon baru
ranting baru
sejarah baru
yang diabadikan waktu
Al-Amien, 07 Januari 2009
Biodata Penulis:
Moh. Ghufron Cholid lahir di Bangkalan 07 Januari 1986 M. Penulis berbakat ini adalah TMI AL-AMIEN Prenduan tahun 2006 generasi ke 31 Sunsavista. Sekarang lajang berdarah Madura ini menjadi staf pengajar di MTs Al-Amien sekaligus Mahasiswa IDIA Fakultas Dakwah Komunikasi Penyiaran Islam. Puisi-puisinya terkumpul dalam antologi ‘Mengasah Alief’ yang ditulisnya bersama 10 penyair AL-AMIEN Angkatan 31. "Biarkan Aku Menjadi Puisi CintaMu adalah antologi puisi yang dicetak pribadi 10 November 2008 sedangkan Antologi Puisi Wajah Pesantren adalah buku Antologi Puisi yang khusus dibuat sebagai hadiah ulah tahun saya, 07 Januari 2009. selamat menikmati.

0 komentar:
Posting Komentar